In 2007, a novel with the title 'The Boy In The Striped Pajamas' was launched. This story was written by John Boyne, which became a best seller.
Then in 2008, this novel had been made a film which directed by Mark Herman. The novel tells more about what the child thinks he hears and knows. While the film can make viewer fell curious with the story.
This story told about a boy named Bruno who growing up during World War II in Berlin. His father was a commandant. Someday they has to move away to Auschwitz.
Bruno looked out of his window a bunch of people all wearing the striped pajamas. His parents told him that these people are not people at all. Bruno was not allowed to explore the house.
Shmuel is Bruno's friend who lived in concentration camp of Jews. Suddenly Shmuel appeared in the house as a servant and Bruno gave him a cake to eat. Shmuel told the officer that he was Bruno's friend. But Bruno denied.
Shmuel had forgived Bruno. He said his father was missing. Bruno gave him the bad news that he would be moving away. Bruno agreed to help Shmuel to find his father and return the next day.
Bruno wiggled under the fence, then he and shmuel looked for Shmuel's father in the camp. While they look in Shmuel's hut a group of guards arrived and march all those inside to a low concrete building. They packed together into a gas chamber and killed.
The power of this story and the way director Mark Herman tells it through the innocent eyes of an eight year old boy overcome all the hurdles with its child-like simplicity that clutches our hearts. In addition, this movie can inspire us to be friends with someone without regard to race and social status. Therefore, this movie can be watched by everyone from children to adults. You should watch this movie or be sorry.
Blog Archive
Labels
- cerita inspiratif (1)
- fiksi (6)
- pengalaman (2)
- pengetahuan (2)
- sahabat (2)
- statistika (4)
- tugas sekolah (2)
Total Pageviews
Sunday, November 21, 2010
Monday, June 28, 2010
Kanker Kulit, Tahi Lalat, dan Pemutih Kulit
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Salah satu jenis kanker yang jumlah penderitanya meningkat tiap tahun adalah kanker kulit. Berbeda dengan jenis kanker lain yang pada umumnya diderita oleh orang berusia lanjut, kanker kulit juga banyak menyerang orang berusia muda. Kanker kulit timbul akibat rusaknya kulit oleh sinar ultraviolet.
Risiko terkena kanker kulit lebih tinggi pada orang yang berambut merah atau pirang, berkulit putih dan berbintik-bintik cokelat, memiliki kulit yang cenderung mudah terbakar apabila terkena sinar matahari, adanya anggota keluarga yang menderita kanker, dan juga memiliki karakter jumlah tahi lalat banyak (antara 50-100).
Selain itu, produk pemutih kulit yang banyak digunakan wanita untuk memutihkan kulitnya jika dipakai secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kanker kulit. Hal itu disebabkan pemutih mengandung Hidroquinon, Kojic Acid, Azelaic Acid yang dapat menghambat terbentuknya pigmen melanin. Sehingga sinar ultraviolet dapat menembus lapisan epidermis dan dermis kulit yang ditunjukkan dengan ruam-ruam kemerahan pada kulit.
Jadi, ibu-ibu dan remaja putri yang berkulit gelap tidak perlu khawatir dan merasa rendah diri. Apalagi melakukan pemutihan kulit dengan pemutih karena efek sampingnya bisa sangat berbahaya.
Sebenarnya penyakit utama kanker kulit belum ditemukan, namun yang pasti penyebarannya bisa sangat cepat. Jika merasa ada benjolan di bagian tubuh yang kian hari kian membesar atau luka yang tak kunjung, maka harus dicurigai sebagai kanker. Tumor atau kanker stadium dini akan sembuh dengan operasi radikal.
Source :
www.reindo.co.id
www.indomedia.com
Risiko terkena kanker kulit lebih tinggi pada orang yang berambut merah atau pirang, berkulit putih dan berbintik-bintik cokelat, memiliki kulit yang cenderung mudah terbakar apabila terkena sinar matahari, adanya anggota keluarga yang menderita kanker, dan juga memiliki karakter jumlah tahi lalat banyak (antara 50-100).
Selain itu, produk pemutih kulit yang banyak digunakan wanita untuk memutihkan kulitnya jika dipakai secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kanker kulit. Hal itu disebabkan pemutih mengandung Hidroquinon, Kojic Acid, Azelaic Acid yang dapat menghambat terbentuknya pigmen melanin. Sehingga sinar ultraviolet dapat menembus lapisan epidermis dan dermis kulit yang ditunjukkan dengan ruam-ruam kemerahan pada kulit.
Jadi, ibu-ibu dan remaja putri yang berkulit gelap tidak perlu khawatir dan merasa rendah diri. Apalagi melakukan pemutihan kulit dengan pemutih karena efek sampingnya bisa sangat berbahaya.
Sebenarnya penyakit utama kanker kulit belum ditemukan, namun yang pasti penyebarannya bisa sangat cepat. Jika merasa ada benjolan di bagian tubuh yang kian hari kian membesar atau luka yang tak kunjung, maka harus dicurigai sebagai kanker. Tumor atau kanker stadium dini akan sembuh dengan operasi radikal.
Source :
www.reindo.co.id
www.indomedia.com
Categories
pengetahuan
Tuesday, May 11, 2010
Sebuah Kecelakaan dan Keberuntungan
Pada tanggal 6 juli 1822 di kepulauan mackinac sebelah utara danau huron, seorang pemuda kanada berusia 19 tahun bernama Alexis St. Martin terkena tembak pada bagian lambungnya dalam suatu kecelakaan ketika sedang berburu. Pegawai medis angkatan laut pada pelabuhan mackinac, michigan, Dr. William Beaumont merawat pemuda tersebut. Beaumont melihat luka tersebut sangat parah dan sebagian pakaiannya melekat pada bagian lambung yang terkena tembak. Akibat tembakan tersebut sebagian lambung masuk ke dalam rongga tubuh. Pada saat itu, Beaumont tidak berharap banyak untuk kesembuhan pemuda tersebut.
Beaumont sangat terkejut begitu menemukan St. Martin masih hidup keesokan harinya. Keadaan itu mendorongnya untuk berbuat apa saja yang bermanfaat dalam kehidupan. Beaumont merawat St. Martin selama 2 tahun. Ketika luka pada lambung sudah sembuh (dinding lambung yang sudah menyatu), sebuah lubang yang masih tersisa memungkinkan Beaumont untuk mengintip aktivitas di dalam lambung. Beaumont menemukan sesuatu yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. Melalui lubang tersebut, ia mengamati aktivitas di dalam lambung. Beaumont mengakui semua ini merupakan sebuah keberuntungan sehingga ia dapat mempelajari fungsi lambung yang tidak ia ketahui sebelumnya.
Beaumont mengumpulkan getah lambung dan melakukan identifikasi. Selanjutnya ia memasukkan makanan melalui lubang ke dalam lambung dengan menggunakan seutas benang. Ia berharap dapat memperoleh partikel makanan hasil pencernaan lambung dan mengetahui bagaimana pengaruh emosi pada pencernaan. Dari percobaan tersebut, Beaumont menemukan banyak hal yang baru bagi suatu pengetahuan yang berlawanan dengan apa yang ia ketahui sebelumnya. Ia mencatat setiap pengamatan dan percobaan yang ia lakukan dalam suatu jurnal.
Berikut ini merupakan beberapa bentuk temuan penting dari Beaumont.
1. Tidak terjadi perubahan temperatur di dalam lambung ketika berlangsung proses pencernaan makanan.
2. Getah lambung mengandung banyak asam klorida. Temuan ini sekaligus membantah pendapat umum bahwa getah lambung hanya berupa air sederhana. Asam klorida merupakan pelarut makanan alami.
3. Getah lambung tidak disimpan di dalam lambung, melainkan langsung disekresi ketika makanan sampai di lambung.
4. Pencernaan segera dimulai ketika makanan sampai di lambung.
5. Adanya makanan di dalam lambung dapat menghilangkan rasa lapar meskipun tidak makan atau tanpa adanya makanan yang melewati esofagus.
Sebenarnya St. Martin tidak begitu menyukai beberapa pemeriksaan yang dilakukan Beaumont terhadapnya. Terhitung sebanyak dua kali ia melarikan diri dari perawatan Beaumont. Ia kembali ke Kanada, menikah, memiliki 2 orang anak, dan kembali hidup sebagai pemburu. Ia hidup hingga mencapai usia 83 tahun dan telah hidup lebih dari 60 tahun dengan sebuah lubang pada lambungnya.
Source : Concepts in Biology, 2000.
Beaumont sangat terkejut begitu menemukan St. Martin masih hidup keesokan harinya. Keadaan itu mendorongnya untuk berbuat apa saja yang bermanfaat dalam kehidupan. Beaumont merawat St. Martin selama 2 tahun. Ketika luka pada lambung sudah sembuh (dinding lambung yang sudah menyatu), sebuah lubang yang masih tersisa memungkinkan Beaumont untuk mengintip aktivitas di dalam lambung. Beaumont menemukan sesuatu yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. Melalui lubang tersebut, ia mengamati aktivitas di dalam lambung. Beaumont mengakui semua ini merupakan sebuah keberuntungan sehingga ia dapat mempelajari fungsi lambung yang tidak ia ketahui sebelumnya.
Beaumont mengumpulkan getah lambung dan melakukan identifikasi. Selanjutnya ia memasukkan makanan melalui lubang ke dalam lambung dengan menggunakan seutas benang. Ia berharap dapat memperoleh partikel makanan hasil pencernaan lambung dan mengetahui bagaimana pengaruh emosi pada pencernaan. Dari percobaan tersebut, Beaumont menemukan banyak hal yang baru bagi suatu pengetahuan yang berlawanan dengan apa yang ia ketahui sebelumnya. Ia mencatat setiap pengamatan dan percobaan yang ia lakukan dalam suatu jurnal.
Berikut ini merupakan beberapa bentuk temuan penting dari Beaumont.
1. Tidak terjadi perubahan temperatur di dalam lambung ketika berlangsung proses pencernaan makanan.
2. Getah lambung mengandung banyak asam klorida. Temuan ini sekaligus membantah pendapat umum bahwa getah lambung hanya berupa air sederhana. Asam klorida merupakan pelarut makanan alami.
3. Getah lambung tidak disimpan di dalam lambung, melainkan langsung disekresi ketika makanan sampai di lambung.
4. Pencernaan segera dimulai ketika makanan sampai di lambung.
5. Adanya makanan di dalam lambung dapat menghilangkan rasa lapar meskipun tidak makan atau tanpa adanya makanan yang melewati esofagus.
Sebenarnya St. Martin tidak begitu menyukai beberapa pemeriksaan yang dilakukan Beaumont terhadapnya. Terhitung sebanyak dua kali ia melarikan diri dari perawatan Beaumont. Ia kembali ke Kanada, menikah, memiliki 2 orang anak, dan kembali hidup sebagai pemburu. Ia hidup hingga mencapai usia 83 tahun dan telah hidup lebih dari 60 tahun dengan sebuah lubang pada lambungnya.
Source : Concepts in Biology, 2000.
Categories
pengetahuan
Sunday, March 28, 2010
Karena Hujan Pagi Ini
Sore ini terasa berbeda
Aku duduk di teras rumah
Sejenak kulupakan segala rutinitas
Udara yang sejuk menerpaku
Kulihat jalanan masih basah karena hujan pagi ini
Tawa menghiasi wajah sepupu-sepupu kecilku
Hamparan rumput terbentang luas di depan mataku
Di lapangan itu..
Bocah-bocah kecil tengah bermain bola
Meski pakaian mereka kotor..
Namun mereka tetap bersemangat
Keceriaan tampak begitu jelas di wajah mereka
Aku ingin seperti mereka!
Aku rindu masa kecilku
Kala aku masih menjalani hari tanpa beban
Belum ada masalah berarti yang perlu kupikirkan
Bermain dengan riang
Bersama sahabat kecilku
Kini aku tersadar
Aku juga merindukan sahabat kecilku
Sahabat yang sudah mulai hilang dalam ingatan
Tak ada satupun yang dapat kukenang dari mereka
Wajah mereka
Tingkah laku mereka
Hal-hal yang kita lalui bersama
Aku lupa semuanya!
Aku memandang langit
Tak ada awan cerah disana
Terasa sendu
Seperti suasana hatiku saat nanti
Suatu hari nanti..
Aku kan merindukan saat-saat seperti ini
Aku duduk di teras rumah
Sejenak kulupakan segala rutinitas
Udara yang sejuk menerpaku
Kulihat jalanan masih basah karena hujan pagi ini
Tawa menghiasi wajah sepupu-sepupu kecilku
Hamparan rumput terbentang luas di depan mataku
Di lapangan itu..
Bocah-bocah kecil tengah bermain bola
Meski pakaian mereka kotor..
Namun mereka tetap bersemangat
Keceriaan tampak begitu jelas di wajah mereka
Aku ingin seperti mereka!
Aku rindu masa kecilku
Kala aku masih menjalani hari tanpa beban
Belum ada masalah berarti yang perlu kupikirkan
Bermain dengan riang
Bersama sahabat kecilku
Kini aku tersadar
Aku juga merindukan sahabat kecilku
Sahabat yang sudah mulai hilang dalam ingatan
Tak ada satupun yang dapat kukenang dari mereka
Wajah mereka
Tingkah laku mereka
Hal-hal yang kita lalui bersama
Aku lupa semuanya!
Aku memandang langit
Tak ada awan cerah disana
Terasa sendu
Seperti suasana hatiku saat nanti
Suatu hari nanti..
Aku kan merindukan saat-saat seperti ini
Categories
fiksi
Friday, March 26, 2010
Dalam Sebuah Diskusi
Senin, 1 Maret 2010.
Siang itu ECC (English Conversation Club) bersama BCA (Bonjour Chers Amis) mengadakan suatu diskusi tentang 'NATIONAL EXAMINATION' atau 'LA TESTE DE NATIONALITE' atau 'UJIAN NASIONAL'. Sebagai salah satu anak BCA, akupun mengikutinya. Dari kelasku sendiri hanya ada dua orang perwakilan.
Karena diadakan oleh ekskul english dan french, jadi acara tersebut menggunakan dua bahasa. Pertama menggunakan english. Kedua menggunakan français, meskipun kadang-kadang masih diselingi bahasa indonesia. Lalu ditutup dengan english.
Acara dibuka dengan performance dari ECC. Lagu dan puisi dalam bahasa inggris. Menurutku cukup bagus dan menarik, meskipun aku sendiri tidak begitu mengerti maksudnya.
Acara dilanjutkan dengan diskusi tentang 'National Examination'. Seluruh peserta yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok. Lalu kami berdiskusi dengan kelompok masing-masing. Saat itu kami harus memilih pro atau kontra terhadap UN. Kelompokku memilih kontra dengan berbagai alasan.
Setelah seluruh perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, ternyata semuanya memilih KONTRA terhadap UN. Dan tanpa kusangka, ternyata kelompokku menjadi kelompok terbaik. Padahal ketika ditanya, perwakilan kelompokku tidak begitu lancar menjawabnya. Mungkin karena alasan-alasan yang kami berikan cukup lengkap.
Setelah itu kami diberi beberapa tips dalam mengerjakan soal-soal bahasa inggris. Sayang waktunya singkat, jadi cuma sedikit yang bisa disampaikan.
Acara dilanjutkan dengan performance by BCA. Seluruh anak BCA menyanyikan sebuah lagu yang berjudul 'Petit Garçon'. Lalu disambung dengan pembacaan sebuah cerita oleh anggota BCA terbaik, Nihlah.
Setelah itu kami membahas 'CINTA' dalam bahasa perancis. Cukup menarik. Meskipun sudah banyak peserta yang pulang.
Kemudian diadakan kuis. Pertama, menulis ekspresi cinta dalam bahasa prancis. Kedua melengkapi teks lagu bahasa inggris. Para peserta harus menuliskan jawabannya di papan tulis dalam waktu yang bersamaan.
Setelah itu kami diberi kesempatan untuk bertanya pada seorang turis dari Jerman yang telah tinggal di Indonesia sejak beberapa bulan yang lalu. Salah seorang peserta diskusi bertanya apakah di Jerman juga ada National Examination. Dan ternyataa.. dua tahun lalu ia pun juga menghadapi National Examination. According of him, National Examination was easier than School Examination.
Waktu terasa begitu cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Acara yg berlangsung sekitar 3 jam itupun ditutup oleh pembawa acara yang merupakan salah satu anggota ECC :)
Siang itu ECC (English Conversation Club) bersama BCA (Bonjour Chers Amis) mengadakan suatu diskusi tentang 'NATIONAL EXAMINATION' atau 'LA TESTE DE NATIONALITE' atau 'UJIAN NASIONAL'. Sebagai salah satu anak BCA, akupun mengikutinya. Dari kelasku sendiri hanya ada dua orang perwakilan.
Karena diadakan oleh ekskul english dan french, jadi acara tersebut menggunakan dua bahasa. Pertama menggunakan english. Kedua menggunakan français, meskipun kadang-kadang masih diselingi bahasa indonesia. Lalu ditutup dengan english.
Acara dibuka dengan performance dari ECC. Lagu dan puisi dalam bahasa inggris. Menurutku cukup bagus dan menarik, meskipun aku sendiri tidak begitu mengerti maksudnya.
Acara dilanjutkan dengan diskusi tentang 'National Examination'. Seluruh peserta yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok. Lalu kami berdiskusi dengan kelompok masing-masing. Saat itu kami harus memilih pro atau kontra terhadap UN. Kelompokku memilih kontra dengan berbagai alasan.
Setelah seluruh perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, ternyata semuanya memilih KONTRA terhadap UN. Dan tanpa kusangka, ternyata kelompokku menjadi kelompok terbaik. Padahal ketika ditanya, perwakilan kelompokku tidak begitu lancar menjawabnya. Mungkin karena alasan-alasan yang kami berikan cukup lengkap.
Setelah itu kami diberi beberapa tips dalam mengerjakan soal-soal bahasa inggris. Sayang waktunya singkat, jadi cuma sedikit yang bisa disampaikan.
Acara dilanjutkan dengan performance by BCA. Seluruh anak BCA menyanyikan sebuah lagu yang berjudul 'Petit Garçon'. Lalu disambung dengan pembacaan sebuah cerita oleh anggota BCA terbaik, Nihlah.
Setelah itu kami membahas 'CINTA' dalam bahasa perancis. Cukup menarik. Meskipun sudah banyak peserta yang pulang.
Kemudian diadakan kuis. Pertama, menulis ekspresi cinta dalam bahasa prancis. Kedua melengkapi teks lagu bahasa inggris. Para peserta harus menuliskan jawabannya di papan tulis dalam waktu yang bersamaan.
Setelah itu kami diberi kesempatan untuk bertanya pada seorang turis dari Jerman yang telah tinggal di Indonesia sejak beberapa bulan yang lalu. Salah seorang peserta diskusi bertanya apakah di Jerman juga ada National Examination. Dan ternyataa.. dua tahun lalu ia pun juga menghadapi National Examination. According of him, National Examination was easier than School Examination.
Waktu terasa begitu cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Acara yg berlangsung sekitar 3 jam itupun ditutup oleh pembawa acara yang merupakan salah satu anggota ECC :)
Categories
pengalaman
Subscribe to:
Posts (Atom)
