Saturday, February 18, 2012

Keyakinan Seteguh Tembok Pembatas

Posted by novia agustina at 5:57 PM 0 comments


Rupanya terlampau sulit menghancurkan tembok ini seorang diri. Tembok yang membuat kita ragu tuk melangkah bersama. Membuatku tak mampu tuk sekadar menggenggam erat tanganmu.
                               
Namun dengan ijinNya aku telah berhasil membuat sebuah celah. Sebuah lubang kecil, yang mengijinkan kita berbagi cerita. Aku cukup lega, mengetahui jalanmu tak seterjal yang kulalui. Aku cukup bahagia, menyaksikan tawamu bersama yang kau kasihi.

Tapi rasa itu tetap ada, rasa khawatir akan ujung jalanmu yang tak seindah saat ini.

Jauh, jalan yang kan ditempuh. Sejauh kenyataan, dari angan yang menari dengan indah dalam khayalmu. Bahagiamu disana, hanyalah fatamorgana. Andai kau tahu itu.

Hingga waktu yang belum kuketahui akhirnya, aku tak kan merobohkan tembok ini.

Aku yakin, suatu saat nanti kan datang orang-orang yang kan membantuku merobohkannya. Mengajakmu bersama mengarungi duniaku. Yang tak cukup indah, namun kutahu lebih baik dengan kehadiranmu. Terlebih, kutahu jalan ini kan meraih ujung yang sempurna.

Atau justru mereka akan menemaniku menapaki jalan ini, tanpa memedulikan apa yang ada dibalik tembok yang membatasi. Membiarkanmu menari. Tanpa kau tahu, daerah tujuanmu penuh duri.

Setidaknya, saat ini aku bahagia.

Disini, tempat aku berdiri menjejakkan kaki bersama mereka yang kucintai. Menatap hari esok dengan pasti.

Sunday, February 12, 2012

Satu Jawaban

Posted by novia agustina at 7:12 PM 0 comments
Hidup ini ujian.

Klise. Kalimat tersebut tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Bukan hanya karena dalam hidup ini kita harus menghadapi berbagai permasalahan. Tapi ada hal lain yang terlintas begitu saja dalam pikiran.

Hidup ini ujian.

Hidup ini, bagai mengerjakan soal ujian pilihan ganda.

Kita bebas memilih jawaban manapun yang kita yakini sebagai jawaban yang paling tepat. Seperti yang telah kita pelajari.  Seperti yang guru kita ajarkan. Seperti yang orang tua kita contohkan. Seperti untaian kata dari setiap buku yang kita baca. Seperti semesta, mengajarkan kita pada kebenaran yang hakiki.

Kita bisa belajar dari apapun yang tertangkap oleh mata dan telinga kita. Karena Tuhan memberi kita akal untuk berpikir. Hingga kebenaran dapat terungkap oleh pikiran kita. Tanpa sepatah kata sekalipun.

Kita tak bisa memaksakan orang lain untuk memiih jawaban yang sama seperrti kita. Kita tak punya hak untuk itu. Seperti mereka, yang tak dapat menginterupsi pikiran kita begitu saja.

Setiap orang memiliki jawaban berbeda. Setiap jiwa, mempunyai jalan hidup yang tak sama.

Namun, sejatinya hanya ada satu jawaban yang paling tepat.

Satu jawaban yang kan kita peroleh dengan membaca referensi yang meyakinkan. Meyakini buku mana yang sejalan dengan kebenaran. Melihat dunia yang takkan pernah menyesatkan.

Satu jawaban yang kan membuat kita berbahagia, hingga hasil ujian dibagikan. Kebahagiaan abadi, yang tak sebanding dengan apapun di dunia ini.

Satu jawaban yang membuat kita menerima rapor dengan tangan kanan. Membentuk senyuman, melihat taman yang lebih indah dari khayangan impian. Lebih membahagiakan daripada khayalan terindah dalam pikiran.

Satu jawaban, yang telah ditentukan sebelum penciptaan alam semesta dimulai.

 

sepenggal cerita kita Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review